Tabung Gas Elpiji 50 kg Meledak Memicu Kebakaran Sinar Bintoro Surabaya

Surabaya, Kompas – Pemicu kebakaran yang melanda Sinar Supermarket Bintoro, Sabtu (26/06/2010) di Surabaya, diduga pompa air yang ada di suatu ruangan mengalami korsleting. Mengingat saat itu juga terjadi kebocoran gas dari tabung elpiji berkapasitas 50 kilogram, kebakaran tidak terelakkan.

Dugaan itu berdasarkan temuan tim Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian Negara RI Cabang Surabaya saat olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Minggu (27/06/2010) siang. Petugas menemukan tiga pompa air yang sudah hangus dan enam tabung elpiji berkapasitas 50 kilogram yang juga terbakar. Di antara tabung-tabung itu, diperkirakan ada yang bocor. Ketiga pompa air dan keenam tabung elpiji tersebut diangkut ke Markas Kepolisian Sektor Tegalsari.

Begitu hebatnya ledakan, salah satu tabung terlontar ke rumah di Jalan Bintoro Nomor 19, yang ikut habis terbakar. “Dugaan sementara kami, pompa air mengalami korsleting ditambah tabung gas bocor sehingga memicu kebakaran,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya Komisaris Sudamiran.

Hingga Minggu, Jalan Bintoro masih ditutup untuk kepentingan penyelidikan sehingga tidak bisa dilalui pengguna jalan. Walau demikian, ratusan warga, termasuk karyawan yang bekerja di Sinar Supermarket Bintoro, bergerombol karena ingin melihat dari dekat sisa-sisa bangunan supermarket yang beroperasi 24 jam tersebut.

Sebelas tersangka

Menurut Kepala Satreskrim Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Anom Wibowo, penyidik telah memeriksa 11 orang. Akan tetapi, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. “Kami memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Sinar Supermarket Bintoro,” katanya.

Pada hari Sabtu sekitar pukul 10.30 terdengar puluhan ledakan yang diikuti kebakaran di Sinar Supermarket Bintoro. Kebakaran tersebut menghanguskan dua bangunan. Selain Sinar Supermarket Bintoro, rumah di Jalan Bintoro Nomor 19 juga habis terbakar.

Api baru bisa benar-benar dipadamkan sekitar tiga jam kemudian. Petugas Dinas Kebakaran Kota Surabaya sempat kehabisan air sehingga menunggu unit Pemadam Kebakaran (PMK) lain.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Surabaya Ari Bekti Iswanto, proses pemadaman api akan lebih mudah apabila patok PMK di trotoar tetap difungsikan. “Patok PMK terdekat dengan Sinar berada di pertigaan Jalan Bintoro dan Raya Darmo. Namun, patok itu ditutup dengan cor demi alasan mempercantik kota,” ujarnya.

Setelah mengecek, Ari menemukan patok PMK masih ada, tetapi dalam keadaan tertutup. Padahal, di bawahnya terdapat tandon yang menampung kira-kira 14.000 meter kubik air.

Dia juga mempertanyakan kepada pihak manajemen Sinar Supermarket  Bintoro yang tidak menyediakan tabung PMK. Untuk tempat publik seperti itu, seharusnya manajemen menyediakan tabung PMK di tempat yang mudah dijangkau. “Perhitungan kasarnya, di dalam ruangan dengan luas minimal 200 meter persegi harus terdapat tabung 4,5 kg,” ujarnya.

Sumber : kompas.com

Both comments and trackbacks are currently closed.